..njm sound and lighting penyewaan sound system .. Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ

..njm sound and lighting penyewaaan sound system.. Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ

Senin, 01 Agustus 2016

cara mengistalasi dan penyetingan sound system

cara mengistalasi dan penyetingan sound system

iv dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on">

Dalam sebuah event atau pertunjukkan musik yang notabene didukung oleh perangkat sound system, seringkali didapati kuaitas suara terganggu di saat awal acara berlangsung. Setelah selama beberapa tahun menggeluti bisnis hiburan musik, saya selalu mencermati bahwa pada awal pertunjukan, jasa sewa sound murah pasti tidak berjalan bagus atau maksimal, baru pada tengah atau akhir acara, sound system akan mulai terdengar bagus. Mengapa demikian




hal ini disebabkan adanya amply panggung yang masih menggunakan system tube yang kinerjanya baru bisa bagus jika sound itu telah dinyalakan selama beberapa waktu. Jadi karena belum cukup dipanaskan, maka perfoma sound jadi kurang maksimal.
Untuk mengatasi hal itu, sound engineer yang berpengalaman seperti kami akan menjalankan pemanasan beberapa waktu sebelum event berlangsung. Pengetesan suara biasanya dilakukan dengan memutar beberapa CD selain juga pemakaian alat musik. Lama pemanasan bergantung pada kualitas perangkat dan jenis sound system masing-masing penyedia jasa. berikut saya akan paparkan apa saja yg di perlukan untuk membangun peralatan sound system..
1. MIXER
ini fungsi utama didalam peralatan audio organ tunggal ,dikarenakan mixer bisa menampung semua suara yang berhubungan dengan organ tunggal seperti contoh output keyboard ,mic penyanyi ,melody jika ada tambahan dll. mixer jg ada beberapa jenis dan merk ,saat ini mixer yang sering kita lihat dalam organ tunggal dari mulai 6 ,8 ,10 ,12 ,16 hingga 24 channel tergantung selera dan keinginan kita sendiri ,pada prinsipnya mixer itu hanya penampungan dan pendorong suara.sebagai rekomendasi dan pertimbangan ada beberapa mixer yang patut kita acungin jempol antara lain :

a. peavey : unity 500 ,unity 1000 ,unity 1002 ,unity 2000 ,unity 2002
b. soundcraft : Spirit ,E-series ,folio
c. mackie : onyx 1220 ,onyx 1620
d. allen & heath : Zed 12FX
jenis mixer diatas adalah sebagai pilihan dengan kualitas yang sangat bagus dengan harga diatas rata2
ada juga beberapa mixer pilihan dengan harga yang tidak begitu mahal
a. yamaha : MG 124 ,N12 ,MG 164 ,MG 166C
b. behringer : UB1202 ,1204FX ,xenyx 1202fx Premium
jadi kembali lagi semua tergantung kebutuhan dan budget kita ,kalau budget kita besar gunakanlah product yang berkualitas ,tp tentunya harus ada perhitungan keuangan apakah mencukupi atau tidak.
2. POWER AMPLY
nah sekarang bicara mengenai power amply ,ini sangat perlu dan memang harus dibutuhkan dalam organ tunggal .fungsi dari alat ini adalah penghasil bunyi atau disebut juga pengeras suara yang disalurkan ke Speaker. power amply ada beberapa kekuatan outputnya tergantung kapasitas yang akan kita butuhkan. tetapi dalam hal ini organ tunggal harus mengandalkan power yang besar atau disebut juga watt yang besar supaya bisa seimbang antara suara yang diterima dengan frequensi yang dikeluarkannya seperti high ,mid ,low bisa seimbang
ada beberapa kriteria power yang bisa dijadikan pilihan antara lain :
a. peavey : CS800 ,CS800X ,CS1000X ,CS1200X ,PV1,3K,PV8.5C ,CS400X ,PV2600 ,PV3800 ,CS2000 ,CS3000 ,CS4000 ,CS4080
b. beta3 : T1000 ,T2000 ,T3000
c. crown :
d. yorkville :
e. absolute :
f. yamaha :
g. mclelland
h. behringer
i. prince
j. axl audion
k. alesis
l.absolute
m.taso
masih banyak merk power yang ada saat ini bahkan masyarakat kita pada umumnya banyak yang menggunakan power rakitan sendiri ,dengar2 seh katannya rakitan sendiri lebih memuaskan ,tapi jangan salah biar bagaimana pun juga power buit up jauh dan jauh sekali lebih unggul dibanding rakitan sendiri .karena design dan peralatannya sudah diukur melalui komputer jadi sudah pasti tahu kan hasilnya seperti apa.
c. Equalizer
untuk point c ini memang ada baiknya kita menggunakan Equalizer ,ada beberapa jenis Equalizer yang sering kita lihat di organ tunggal seperti contoh 131 = 1×31 ,231 = 2×31 ,115 = 1×15 ,215 = 2×15 . penempatan grafik equalizer sangat menetukan arah suara yang dihasilkan seperti high ,mid ,low untuk ukuran grafik 31 channel yang tertera dibawah ini
low = 20 -25-31.5-40-50-63-80-100-125-160
mid = 200-250-315-400-500-630-800-1k-1.25k-1.6k
high = 2k-2.5k-3.15k-4k-5k-6.3k-8k-10k-12.5k-16k-20k
jadi jika anda ingin menentukan suara anda bisa merobah grafiknya sesuai selera yang anda inginkan ,ada juga grafik 15 channel yang dibagi high ,mid,low antara lain :
low = 25-40-63-100-160
mid = 250-400-630-1k-1.6k
high = 2.5k-4k-6.3k-10k-16k
ini adalah frequensi suara yang sudah diatur melalui system komputer ,jadi anda bisa menentukan jauh dekatnya suara alat musik anda itu juga kalau anda benar2 mempelajari system equalizer ini. dalam hal ini ada beberapa equalizer yang bisa jadi pertimbangan dan pilihan untuk anda atara lain :
1.dbx = iEQ15 ,iEQ31 ,131 ,215 ,231
2.peavey = PV215 EQ ,PV231 EQ ,QF 215
3.DOD =
4.Alesis =
dan masih banyak lagi ,tetapi equalizer yang saya sebutkan diatas sudah terbukti akan kualitasnya.
d.speaker
speaker adalah proses yang terakhir didalam dunia audio ibarat sungai yang mengalir speaker itu sama halnya seperti muara. speaker adalah media yang mengeluarkan frequensi tinggi ,sedang ,rendah atau disebut sebagai HIGH ,MID ,LOW ,speaker jg ada beberapa kategory yaitu full range dan low ,nah bicara full range yang pada umumnya digunakan oleh pengguna2 organtunggal untuk lapangan terbuka karena semua frequensi suara dikeluarkan oleh speaker ini
ada beberapa pilihan speaker yang bisa anda gunakan atau direkomendasikan antara lain
1.Green land ,BW peavey ,JBL ,ACR Premier & Excelent ,Konzert ,Audax ,Soundking ,Kappa
ada beberapa tips aman untuk menyiasati speaker anda jika anda mempunyai jumlah speaker yang banyak tetapi mempunyai 1 power amply ,ingat kekuatan power sudah ditentukan di watt dan ohm nya.
sebagai contoh jika anda mempunyai 4 pcs 15 inch ,8 pcs 12 inch anda bisa menggunakanya dengan 1 power tp dengan catatan harus menggunakan watt besar dan mampu di kekuatan 2 ohm
trik untuk mengatasinya adalah
sambungkan 2 speaker menjadi 16 ohm >>> lihat gambar dibawah
speaker untuk 1 power amply
tp dengan catatan 12 inch harus digabung dengan 12 inch jadi ukuran 1 box menjadi 16 ohm lalu lalu 2 box digabung lagi
16 ohm >< 16 ohm akhirnya menjadi 8 ohm untuk 4 speaker 12 inch
begitu jg untuk 15 inch sudah menjadi 16 ohm . jadi box speaker ini skrng menjadi 3 box hitungannya
rumusnya adalah 16 ohm ><16 ohm><16 ohm atau 16 / 3 menjadi 5 ohm berarti power anda masih aman di kekuatan 5 ohm atau masuk dikategory 4 ohm . anda tidak yakin dengan suaranya boleh dibuktikan sendiri
e. Microphone atau lebih familiar disebut Mic
microphone bertugas sebagai penangkap suara yang dekat dengannya lalu dihubungkan melalui kabel ataupun sinyal wireless. media penghantar suara ini wajib dan memang harus dibutuhkan di dunia organ tunggal ,pada saat2 sekarang ini ada bermacam jenis mic yang dikeluarkan oleh perusahaan2 ternama seperti merk shure ,sennheiser ,talkstar , dan masih banyak lagi ,perlu diperhatikan jg jenis mic yang harus anda gunakan untuk vocal adalah mid-high supaya frequensi suara yang dikeluarkannya akan lebih jelas didalam pendengaran si audiens ,
jika memang anda menginginkan suara lebih peka lg atau lebih sensitif lagi jangan ragu menggunakan efek vocal ,sebagai rekomendasi ada beberapa efek vocal yang perlu diperhitungkan seperti
Alesis Microverb/Midiverb ,Zoom RFX 1000/2000 ,Roland RE 800 ,Peavey ,Bardl
peralatan tambahan diatas ini sangat dibutuhkan sekali untuk menambah kekuatan mic atau merubah karakter suara seperti Reverb ,delay ,room,plate,hall sesuai dengan kebutuhan anda.
beberapa seri mic yang sering saya jumpai di panggung Organ tunggal
Shure SM58 ,SM57 ,sennheiser ,Talkstar
e. Efek Vokal
Terkadang kita lupa dengan alat yang satu ini ,padahal ini sangat penting bgt untuk menambah dan merubah karakter suara seperti Reverb ,DSP ,Delay dll ,tanpa kita sadari alat ini sangat mendukung sekali untuk seorang penyanyi
ada beberapa efek vocal yang bisa jadi pilihan anda
1. ALESIS microverb / midiverb
2. BARDL DSP
3. ZOOM RFX
4. PEAVEY
5. ROLAND
6. YAMAHA
semoga tautan ini dapat bermanfaat..

sumber:http://gilankgalaxy.blogspot.co.id/2013/05/iv-dirltr-styletext-align-left-trbidion.html

Kamis, 16 Juni 2016

PERMASALAHAN DI MONITOR

NJMsound and lighting menjual dan menyewakan sound system dan light sytem dan terima perbaikan sound system per                       permasalahan monitoring

Apa Penyebabnya & Bagaimana Mengatasinya? Feedback mungkin adalah masalah yang paling akrab dengan sistem monitor panggung. Walaupun di panggung besar dan event internasional, masalah ini sudah bisa diatasi, tapi dia tetap saja problem dasar bagi para sound engineer muda.
Mendapatkan sound yang baik di sistem monitor panggung, rasanya bukanlah hal yang terlalu sulit. Atau melakukan setting hingga sistem itu bebas feedback, juga bukan hal yang mustahil. Hanya saja untuk mendapatkan sistem monitor panggung yang ber-SPL tinggi, dengan kualitas sound yang baik sekaligus bebas feedback, pastilah bukan pekerjaan gampang. Karena ketiga point yang kita cari di sistem monitor itu ternyata saling berlawanan.
Mudah saja untuk mendapatkan sistem monitor yang ber-SPL tinggi. Yang penting daya speakernya besar dan powernya mencukupi. Maka bisalah dia digeber sampai hampir mencapai 100 dB. Tapi yang ber-SPL sangat besar akan sangat beresiko terhadap feedback. Maka dimainkanlah ekualiser untuk menangkal feedback itu. Sudah beres? Belum! Karena akibat dari banyaknya frekuensi yang di-cut akan membuat kualitas audionya jadi menurun. Inilah dilema pada sistem monitor panggung!
Sumber Feedback Pasti semua sudah tahu persis, darimana datangnya feedback, yaitu karena bunyi yang dikeluarkan speaker ditangkap kembali oleh mikrofon. Lalu dikirimkan lagi ke speaker yang sama. Itulah feedback!
Bagaimana menghindarinya juga sepertinya sudah banyak yang mengetahuinya. Tempatkan speaker sejauh mungkin dari mikrofon. Dan tempatkan mikrofon sedekat mungkin ke sumber bunyi. Sudah beres? Masih belum! Karena kenyataan di lapangan ternyata tidak semudah di atas kertas. Ada cukup banyak faktor yang sering menghalangi teori itu bisa terlaksana dengan mulus. Misalnya ukuran panggung yang terlalu kecil, level instrumen yang beredar di panggung sangat besar, atau gain mikrofon yang terpaksa terlalu besar, karena lemahnya power suara penyanyi, dan sebagainya. Tapi bagaimanapun juga, inilah live show! Dan disitulah seninya. Karena dia adalah teka-teki yang harus ditemukan jawabannya. Untuk itulah, maka kita butuh sound engineer yang layak dibayar mahal.
Prosedur Standar Untuk mengatasi permasalahan feedback, sebaiknya kita meminimalkan resiko terjadinya feedback itu sendiri. Ini memang prosedur standar. Tapi memang cara seperti inilah yang paling mudah ditempuh, daripada memaksa meredam feedback melalui ekualiser grafik 1/3 oktaf yang akhirnya di-setting tidak karuan.
Pertama yang mesti dilakukan adalah dengan mendapatkan posisi paling ideal bagi semua wedges yang terdapat di panggung. Carilah tempat yang cukup jauh dari mikrofonnya, tapi juga cukup jauh dari speaker atau sumber bunyi lainnya. Karena bila speaker monitor ditempatkan di dekat kabinet gitar atau bass, maka bunyi dari wedges itu akan saling berseteru dengan bunyi dari kabinet gitar atau bass tadi. Sehingga bunyi dari wedges tidak akan terdengar cukup clear. Akan lebih mudah menempatkan speaker monitor, bila panggungnya cukup luas. Tapi kalau memang sudah tidak memungkinkan, cobalah menempatkannya di posisi paling ideal menurut situasinya.
Mixer Monitor Hal lain yang paling atau sangat membantu dalam mendapatkan kualitas monitor yang baik adalah dengan menggunakan mixer monitor yang terpisah sama sekali dari mixer FOH. Karena melalui mixer yang sama sekali terpisah, kita bisa mendapatkan struktur gain yang paling sesuai untuk kebutuhan sistem monitor panggung. Karena seperti yang kita ketahui, kebutuhan mixing bagi sistem speaker FOH kerap berbeda dengan kebutuhan mixing sistem monitor.
Untuk sistem utama (FOH), yang dibutuhkan adalah sound yang paling baik dengan struktur gain yang paling sempurna. Dan hal itu sangat mungkin untuk didapatkan, karena sistem speaker utama sama sekali tidak bermasalah dengan feedback. Dengan catatan bila penempatan speakernya memang sudah tepat. Sedangkan untuk sistem monitor, feedback kerap menjadi masalah utama. Apalagi bila sistem monitor itu diminta untuk ber-SPL besar. Kemudian mixing sistem monitor bagi tiap musisi di panggung juga seringkali berbeda satu sama lain. Maka dari itu fleksibelitas pangaturan struktur gain jadi begitu penting.
Struktur Gain Struktur gain adalah upaya untuk mendapatkan impedansi yang paling matching antara sinyal dengan perangkat yang akan memprosesnya. Atau singkatnya, struktur gain adalah gain yang paling baik untuk sebuah sinyal dapat diproses oleh sebuah sistem.
Pada mixing sistem monitor, fleksibelitas struktur gain pulalah yang membuat kebanyakan sound engineer lebih mengutamakan fader daripada knob gain. Karena knob gain bisa juga berarti knob pengatur kepekaan atau tingkat sensitivitas mikrofon terhadap bunyi. Disini kita membicarakan mikrofon, karena feedback hampir selalu berawal dari sini. Sehingga makin sensitif mikrofon itu, makin besar kemungkinan terjadinya feedback. Sebab dia akan dengan mudah menangkap bunyi yang ada di sekitarnya, termasuk dari speaker monitor itu sendiri.
Untuk menentukan seberapa besar kita harus menaikkan fader, sebenarnya masih terserah Anda. Yang penting tetaplah menyisakan headroom yang cukup, bila nanti dibutuhkan SPL. Umumnya pada beberapa desain mixer, terdapat angka 0 dB pada fadernya. Dan masih menyisakan beberapa dB lagi sampai puncak fader. Sehingga bolehlah kita menempatkan seluruh fader pada posisi 0 dB itu.
Setting Ada berbagai cara yang biasa diterapkan sound engineer bagi setting sistem monitornya. Kalau memang panggungnya cukup besar, musisi yang tampil juga adalah yang sudah cukup profesional dengan penyanyi yang memiliki teknik miking sempurna, maka lakukanlah setting seperti pada umumnya, yaitu mendapatkan hot level bagi chanel tersebut, kemudian menyesuaikan level keluarannya melalui fader masing-masing chanel. Karena penyanyi yang memiliki jam terbang tinggi dan berbekal teknik miking yang baik, dia akan menggenggam mikrofon dengan cara yang tepat. Dia juga berupaya berdiri sambil bernyanyi di posisi dimana tidak mudah terserang feedback. Dan penyanyi seperti ini akan lebih mengutamakan struktur gain yang tepat demi mendapatkan tone yang lebih baik.
Tapi di dalam situasi yang sama sekali berbeda, bukan tidak mungkin kita menomorduakan struktur gain pada sistem monitor. Hal itu boleh-boleh saja terjadi demi mendapatkan level yang cenderung tepat dengan meminimalkan resiko feedback. Ingatlah, ini pro audio! Dan belum ada standar baku bagaimana seharusnya sebuah setting dilakukan. Jadi walaupun tone yang didapat memang tidak sebaik ketika sinyal berada pada struktur gain yang benar, namun selalu ada prioritas bagi masing-masing situasi.
Dan setting yang dilakukan adalah dengan menaikkan fader terlebih dahulu pada Unity Gain (0 dB), kemudian memutar knob gain untuk menyesuaikan level dengan kepekaan mikrofon. Jangan lupa sisakan juga sedikit headroom untuk menjaga bila saja di tengah pertunjukan ternyata dibutuhkan level yang lebih besar.
Bila Masih Feedback? Cobalah untuk mengatasinya dengan melakukan pemotongan (cut) pada frekuensi yang feedback saja. Untuk mengetahui frekuensi berapa yang feedback, maka kita membutuhkan sebuah RTA (Real Time Analyzer). Melalui alat ini, kita akan diberitahu frekuensi feedback yang terjadi. Jangan lupa juga bahwa feedback selalu terjadi hanya pada satu frekuensi saja. Sehingga kita hanya perlu menurunkan sebuah slider saja pada ekualiser grafik. Tidak perlu memaksa ekualiser grafik Anda jadi berbentuk smile!
Jangan terlalu banyak memotong frekuensi feedback. Karena ini akan berakibat frekuensi lain di sisi kanan-kiri slider grafik ekualiser itu akan turut berpengaruh. Bila setting struktur gain, setting mixer ekualisernya sudah benar, maka harusnya tidak akan terlalu banyak terjadi feedback. Kalau ternyata feedback masih terjadi dimana-mana, cobalah untuk menurunkan level sistem monitor itu. Kalau masih feedback juga, sepertinya kita harus memulai proses setting dari prosedur awal.
Bagaimana bila kita tidak memiliki alat yang namanya RTA untuk mendeteksi frekuensi feedback itu? Anda masih bisa memperkirakannya dengan feeling Anda. Walaupun ini tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin dilakukan.
Menentukan Feedback Tanpa RTA Simaklah feedback yang terjadi. Lalu perkirakan di bilangan mana dia berada. Apakah low, low mid, hi mid atau hi? Perhatikanlah ekualiser grafik Anda. Tatap sejenak semua slider-nya. Bayangkan keseluruhan slider itu terbagi atas 4 bagian, yaitu Low, Low Mid, Hi Mid, dan Hi. Bila ekualiser grafik Anda terdiri dari 31 slider, ini berarti untuk masing-masing area (Low, Low Mid, Hi Mid, dan Hi) hanya akan terdapat sekitar 8 slider saja. Berarti sekarang, perkiraan area dimana feedback sudah semakin kecil. Untuk awalnya, mungkin Anda masih akan meraba-raba dengan menurunkan satu per satu slider di area feedback itu. Dan latihan akan membuat sempurna! Jam terbang Anda nantinya akan membuat Anda lebih mudah memperkirakan frekuensi feedback itu. Dan kemungkinan salah perkiraan juga makin kecil.
Feedback bukanlah satu-satunya masalah dalam sistem monitor panggung. Masih ada masalah lainnya, seperti kurang kerasnya SPL di sitem monitor. Tapi marilah kita bahas di edisi berikutnya saja.


SUMBER:http://gloriaentertainment.blogspot.co.id/2011/04/permasalahan-di-monitor.html

Rabu, 15 Juni 2016

logo njm

PANDUAN SETTING EQUALIZER SAAT MIXING / MASTERING

X-Steel - Link Select 2 NJMsound and lighting menjual dan menyewakan sound system dan light sytem dan terima perbaikan sound system
Secara definisinya, mengatur equalizer adalah proses mengangkat (boosting/enhancing) atau menurunkan (cutting) gain dari frequency tertentu tanpa mempengaruhi frequency – frequency lainnya. Untuk dapat mengerti cara mengatur equalizer pada saat mixing maupun mastering, sebelumnya anda perlu memahami pengaruh atau efek dari beberapa range frequency bagi sebuah instrument ataupun lagu secara keseluruhan.
Range- range frequency tersebut dapat dijadikan sebagai acuan pengaturan equalizer pada proses mixing maupun mastering
Range frequency 40 Hz – 80 Hz : range frequency sub bass atau low bass
Range frekuensi terendah yang biasa ada dalam sebuah lagu adalah range frekuensi 40 – 80 hz dengan pengaturan equalizer yang dipusatkan di sekitar 50 hz . Range frekuensi ini dinamakan range frekuensi sub bass / low bass. Memang banyak suara yang memiliki frekuensi sekitar 20 – 40 hz, namun suara tersebut biasanya bukanlah suara dari alat musik (kecuali untuk beberapa jenis pipe organ). Kick drum, bahkan bass guitar pun tidak memiliki frekuensi di range tersebut (nada terendah dari senar bass guitar memiliki frekuensi 41 hz). Dengan demikian pada banyak kasus, range frekuensi 20-40 hz dipangkas habis menggunakan HPF (high pass filter) atau low cuts filter.
Range frequency sub bass / low bass umumnya diatur dengan equalizer untuk memberikan “power” kedalam sebuah instrument ataupun keseluruhan lagu. Range frekuensi tersebut tidak akan terdengar jelas ketika anda mendengarkan lagu pada level volume yang pelan ataupun mendengarkan lagu menggunakan speaker kecil. Dengan demikian, agar anda dapat mengatur range frekuensi sub bass / low bass dengan benar, maka anda harus mengatur equalizer sambil mendengarkannya pada level volume yang keras, kemudian mencobanya pada level volume yang dipelankan. Sebaiknya anda juga mendengarkannya pada speaker stereo system yang besar maupun kecil sebagai perbandingan.
80 Hz – 250 Hz : bass range frequency
Mengatur equalizer pada range frekuensi bass yang berkisar antara 80-250 hz dengan pengaturan equalizer yang umumnya dipusatkan pada frequency sekitar 100 hz atau 200 hz, akan mempengaruhi “ketebalan” dari sebuah instrument ataupun sebuah lagu .Pada track guitar dan bass guitar, dinaikkannya gain di sekitar frekuensi 100 hz biasanya akan menambah suara terdengar lebih “bulat”. Namun anda harus berhati-hati karena jika anda memberikannya secara berlebihan akan membuat suara guitar ataupun bass guitar terdengar “berdentum”.
Pada beberapa kasus, gain di sekitar frekuensi 100 hz pada track guitar bahkan diturunkan untuk membuat suara guitar tersebut terpisah dari suara bass guitar, dan mengurangi suara dentuman dari track tersebut. Namun konsekuensinya adalah not - not yang dimainkan pada range frekuensi tersebut menjadi terdengar samar. Biasanya, untuk membuat not – not tersebut kembali terdengar jelas, anda perlu menambahkan sedikit gain pada frekuensi disekitar 200 hz.
Pada track vocal, frekuensi di sekitar 200 hz menentukan keutuhan dari suara vocal yang direkam. Namun frekuensi di range ini seringkali dipotong agar suara vocal terdengar terpisah dari instrument-instrument lain. Kecuali jika anda telah mengatur equalizer dan menaikkan gain di frekuensi high pada track vocal dan membuat suaranya terdengar tipis, dinaikkannya gain di sekitar frekuensi 200 hz biasanya akan mengembalikan ketebalan suara vocal tersebut.
250 Hz – 500 Hz : lower mid range frequency
Mengatur equalizer pada frekuensi di sekitar 250 – 500 hz dapat memberikan aksen pada ambience di studio rekaman anda serta menambahkan kejernihan pada suara bass dan instrument string yang bernada rendah seperti cello, ataupun nada rendah dari piano dan organ.
Penambahan gain yang berlebihan di range frekuensi ini dapat membuat kick drum dan tom terdengar seperti terbuat dari kardus atau karton, sehingga untuk track – track tersebut serta track cymbal frekuensi lower mid biasanya dipangkas habis.
Pada umumnya, pengaturan equalizer di low mid range dapat dilakukan di frekuensi apa saja di sekitar 250 – 500 hz namun lebih sering dipusatkan disekitar frekuensi 300 dan 400 hz. Bagian terendah dari range frekuensi lower mid ( 250 hz – 350 hz ) disebut juga dengan range frekuensi upper bass yang biasa dinaikkan pada track vocal terutama vocal wanita untuk membuat suaranya terdengar lebih tebal.
500 Hz – 2 kHz : mid range frequency
Mengatur equalizer di mid range sering di lakukan untuk membuat suara instrument terompet ataupun yang berkarakter hampir sama terdengar jelas (biasanya sekitar 500 hz sampai 1 khz), atau untuk membuat efek suara telephone. Penambahan gain di mid range juga dapat menambah attack dari track bass guitar (biasanya di 800 hz dan 1,5 khz). Sama halnya dengan nada - nada rendah dari track rhythm guitar yang juga dapat terdengar lebih memiliki attack jika gain di frequency 1,5 khz dinaikkan.
Untuk instrument guitar, piano dan vocal, gain dari mid range frequency ini lebih sering di turunkan. Menurunkan gain di frequency 500 – 800 hz untuk track gitar akustik dapat membuatnya terdengar lebih jernih, sementara menurunkan gain di frequency 800 hz pada track vocal dapat menurunkan suara sengau serta membuatnya terdengar lebih “bulat” dan jelas.
Untuk track snare drum, penurunan gain di frequency 800 hz dapat menghilangkan kesan suara kaleng.
2 kHz – 4 kHz : upper mid range frequency
Range frequency ini menentukan efek attack dari rhythm instrument juga percussive instrument. Pengaturan equalizer dapat diaplikasikan di frekuensi mana saja di range ini, namun biasanya dipusatkan sekitar frequency 3 kHz.
Pada kick drum, menaikkan gain di frequency 2,5 kHz dapat memberikan attack pukulan dengan karakter felt beater, sementara 4 kHz memberikan karakter hardwood. Frekuensi – frekuensi ini dapat pula memberikan attack lebih jelas pada tom dan snare.
Track guitar pun seringkali diberikan sedikit attack dan pemisahan suara dengan cara mengatur equalizer di range ini. Sementara untuk track vocal, sedikit boosting ( sekitar 1 dB – 3 dB) di mid range akan membuat vocal tersebut terdengar lebih menonjol. Namun menambahkan gain terlalu berlebihan dapat membuat syllables dari vocal sulit untuk di reduksi dan membuatnya tidak enak didengar. Pada track background vocal, umumnya mid range frequency di turunkan agar terdengar lebih “transparan“.
4 kHz – 6 kHz : presence range frequency
Mengatur equalizer pada frequency di range ini dapat membuat track vocal ataupun instrument melodi lainnya terdengar lebih dekat dan lebih jelas. Namun jika berlebihan dapat membuat suaranya terdengar kasar. Pengaturan equalizer di range ini umumnya dipusatkan disekitar frequency 5 kHz.
6 kHz – 20 kHz : treble range frequency
Pada dasarnya, range treble frequency ini menentukan kejernihan dari instrument. Pengaturan equalizer di range ini biasanya dipusatkan di sekitar frequency 7 kHz, 10 kHz dan 15 kHz. Suara “S” pada vocal biasanya memiliki frequency sekitar 7 kHz, membuat frequency tersebut biasanya diturunkan. Namun anda harus hati-hati pada saat menurunkannya karena dapat membuat vocal terdengar “tumpul”. Breath sound dari track vocal biasanya terdengar di frequency 15 kHz keatas. Pada garis besarnya mengatur equalizer untuk track vocal adalah menghilangkan aksen “S” yang terlalu kasar dan memberikan breath sound yang berkualitas.
Frequency 7 kHz juga merupakan “metallic attack” dari frekuensi drum, sementara 15 kHz merupakan desisan bagi track cymbals. Ketika mengatur equalizer secara keseluruhan, frequency 10 kHz digunakan sebagai penambah level kejernihan secara umum.

cara mengatur mixer audio

NJMsound and lighting menjual sound system dan light sytem dan juga menyewakan sound sytem dan lighting panggung
Ada dua macam koneksi dalam sistem audio : BALANCED dan UNBALANCED. Koneksi BAL adalah koneksi dengan tiga jalur konduktor/kabel yaitu : positif – negatif - ground. Adapun koneksi UNBAL adalah koneksi dengan hanya 2 jalur kabel : positif dan negatif (bila ada jalur ketiga, maka biasanya jalur ketiga digabungkan dengan jalur negatif).
Koneksi UNBAL memiliki resiko noise karena rentan terhadap gangguan/interferensi dari perlengkapan listrik (seperti lighting, dsb.) atau stasiun pemancar. Noise ini terjadi karena gelombang interferensi alat listrik lain tersebut menembus kabel kita dan ikut terbawa ke perlengkapan sound kita. Resiko interferensi ini menjadi semakin besar seiring dengan semakin panjangnya kabel.
Untuk mengatasi hal ini, maka sebaiknya kita menggunakan koneksi BAL. Dalam koneksi BAL, sinyal dikirim melalui 2 buah jalur kabel. Salah satu jalur kabel akan membalik sinyal yang berangkat sehingga sinyal tersebut Out-Phase / Cancelling dengan sinyal di jalur kabel yang satunya lagi. Karena dilindungi dengan kulit kabel, maka pembalikan ini tidak akan membawa efek Cancellation. Di ujung lainnya, sinyal terbalik tadi akan kembali dibalik sehingga kita kembali mendapatkan sinyal In-Phase seperti sediakala.
Keuntungan dari pembalikan ini adalah : semua sinyal interferensi yang masuk sepanjang kabel akan saling meniadakan (Cancellation / Out-Phase) pada saat tiba di ujung akhir kabel. Sungguh sebuah cara yang cerdik untuk menghindari interferensi sinyal audio - JS.

Teknik Setting EQ

Memang sulit men-setting EQ karena sangat tergantung selera, akustik ruangan, dan faktor-faktor lainnya. Untuk mendapatkan hasil yang baik, mulai dengan menetralkan semua EQ di posisi 0 atau flat, lalu besarkan seluruh volume 50%. Pastikan bahwa anda sudah puas dengan posisi speaker dan gain subwoofer. 
Setelah itu, putar CD yang anda hafal soundnya, dan sesuaikan tiap-tiap frekuensi band EQ satu-persatu. Jangan sekaligus beberapa band frekuensi ! Satu band saja dan dengarkan lagi. Selesaikan satu band tersebut sampai soundnya bisa diterima. Lalu lanjutkan ke band frekuensi lainnya.
Selama melakukan ini, bisa saja anda menyesuaikan band sebelumnya kembali karena bunyi sound masih berubah-ubah sepanjang penyesuaian. Memang langkah ini sangat memakan waktu, tetapi hasilnya sangat memuaskan. – IMPERIAL REIGN dari forums.techpowerup.com

Aturan Emas EQ dari Bobby Owsinsky

- Bila bersuara ‘becek / berlumpur’ (muddy), potong (cut) di area 250Hz
- Bila berbunyi ‘kaleng’ (honky), potong di area 500Hz.
- Potong (cut) bila anda menginginkan suara yang lebih baik.
- Tambah (boost) bila anda ingin membuat bunyi unik / berbeda.
- Kita tidak dapat mem’boost’ bila memang frekuensi itu tidak ada di sumber bunyi.

Gunakan bandwidth Q sempit sewaktu ‘cut’, gunakan Q lebar waktu ‘boost’. Bila anda menginginkan suatu suara menonjol, kurangi bagian bottom/low. Bila anda menginginkan suara itu bercampur dengan suara lainnya, kurangi bagian top-high nya - www.ps139.com

Nada VS Frekuensi VS Panjang Gelombang

Berikut adalah tabel Mik Fielding untuk mengetahui frekuensi dari nada beserta panjang gelombangnya.Tabel ini sangat berguna untuk membantu agar mixing kita lebih detil lagi.
Dengan melihat tabel ini, kita mengerti mengapa kita tidak dapat mendengar nada D-1 dari jarak 2 meter di depan subwoofer. Karena nada D-1 membutuhkan 10 meter lebih untuk dapat terbentuk sempurna dan menjadi bunyi. 
NADA PIANO
FREKUENSI (Hz)
PANJANG GELOMBANG
A - 0
27,5
13,481 meter
D - 1
36,7081
10,100 meter
A - 1
55,0000
6,741 meter
D - 2
73,4162
5,050 meter
A - 2
110,000
3,37 meter
D - 3
146,832
2,525 meter
A - 3
220,000
1,685 meter
D - 4
293,665
126,2 cm
A - 4
440,000
84,26 cm
D - 5
587,330
63,12 cm
A - 5
880,000
42,13 cm
D - 6
1174,66
31,6 cm
A - 6
1760,00
21,1 cm
D - 7
2349,32
15,8 cm
A - 7
3520,00
10,5 cm
D - 8
4698,64
7,9 cm
A - 8
7040,00
5,3 cm
D - 9
9397,27
3,9 cm
A - 9
14080,0
2,6 cm
D - 10
18794,5
2 cm

Setting GATE

Salah satu perangkat yang sering digunakan dalam sound system adalah Gate. Terutama setting sound drum,dimana komponen seperti snare, hihat, tom, kick dll letaknya berdekatan dan rawan kebocoran bunyi.
Secara singkat Gate adalah : alat yang tidak akan meneruskan sinyal (dalam satuan dB) apabila nilai level signal-nya di bawah nilai threshold yang ditentukan. Lalu kontrol apa yang biasanya menjadi standar dalam perangkat Gate? Yang utama adalah :
- Threshold : kontrol ini yang akan menentukan di level berapa signal diperbolehkan masuk gate. Apabila di bawah nilai ini, maka signal akan ditutup dan tidak diteruskan. Semakin besar  dB yang kita set, semakin besar signal yang dibutuhkan untuk membuka gate.
- Attack
  : mengontrol kecepatan gate bereaksi apabila signal sudah memasuki ambang threshold.
- Release
 : menentukan seberapa cepat gate kembali menutup setelah sebuah signal dibiarkan melewati gate.
Setiap produsen menambahkan fitur-fitur lain sebagai pelengkap. Bacalah manual alat tersebut. Atau luangkan waktu untuk mencoba berbagai fitur tersebut.
Gate biasanya disisipkan di insert mixer. Mengapa demikian? Dengan melewati insert mixer, berarti signal sudah melalui proses treatment gain melalui gain / trim.
Hal ini akan mempermudah kita apabila ada permasalahan yang timbul di tengah pertunjukan.
Setting Gate : dapatkan struktur gain dengan meminta pemain drum untuk mencoba dulu satu persatu. Mulai kick, snar, hihat, tom. Setelah itu lakukan sedikit equalisasi sampai sound dari masing-masing channel dianggap memuaskan. Baru setelah itu kita tentukan setting threshold Gate. Tentukan nilai attack terbaik agar gate bereaksi secepat mungkin dan natural . Kalo sudah dengarkan hasilnya. Apabila ada bunyi sustain mengganggu maka putuskan berapa nilai release terbaik.
Lakukan proses ini satu persatu, mulai kick, snar, hihat, dan seterusnya sampai semua yang perlu di gate telah masuk. Ingat bahwa drummer adalah manusia yang staminanya bisa menurun. Karena itu tentukan nilai threshold dengan bijak. Jangan terlalu ekstrim menentukan threshold karena nantinya mengakibatkan hasil sound tidak natural.
Artikel ini tidak serta merta membuat kita jadi piawai dalam men-setting gate, tentunya tetap dibutuhkan praktek dan latihan untuk mengasahnya. Selamat mencoba – Uki Tridaya

Panduan cepat Mr. Mik Fielding meng - EQ instruments

Kick Drum : 60-80 Hz Bottom depth; 2.5kHz Slap attack
Snare Drum : 240 Hz Fatness; 2-3kHz Crispness
Hi-Hat Cymbal : 200 Hz Clank; 2-4kHz Stick hit metal ; 6-8kHz  Harshness; above 8 kHz Shimmer 
Rack Toms : 240 Hz Fullness; 2-4kHz Attack; 8kHz Overtones
Floor Tom :  120 Hz Fullness; 2-4kHz Attack; 8kHz Overtones 
Bass Guitar : 60-80 Hz Bottom; 700-1kHz Attack or Pluck; 2.5 kHz String Noise or Pop 
Acoustic Guitar : 80-120 Hz Bottom; 240Hz Body; 2.5-5kHz Clarity;
Electric Guitar : 100-250Hz Body; 2.5-3KHz Clarity; 6-8kHz Presence.
Electric Organ : 80-120 Hz Bottom; 240Hz Body; 2.5kHz Clarity 
Piano : Bottom at 80-120Hz; Clarity at 2.5-5kHz;  "Honky Tonk" sound with high "Q" at 2.5kHz 
Horns : Fullness at 120-240Hz; Shrill at 5-8kHz 
Strings : Fullness at 240Hz; Scratchiness at 7-10kHz 
Conga/Bongo : Resonance at 200-260Hz; Presence/Slap at 2-4kHz
Vocal : Fullness at 120Hz; Boominess at 200-280Hz; Presence at 5kHz; Sibilance at 6-7kHz

Setting EQ Pidato

Secara garis besar, frekuensi pidato dapat dibagi atas 3 area utama : fundamental, huruf hidup (vowel : a, i, u, e, o) dan huruf mati (konsonan). 
Fundamental pidato ada di frekuensi 125-250 Hz. Disini kualitas suara terdapat. Kita dapat mengenali suara si pembicara di frekuensi ini.
Huruf hidup muncul di frekuensi 350 Hz – 2 kHz. Huruf mati muncul di 1,5 – 4 kHz. 
60 % energi suara muncul di frekuensi 63 - 500 Hz dengan hanya 5 % tingkat kejelasan suara. Sementara itu area 500 Hz – 1 kHz menampilkan 35 % kejelasan suara. Dan akhirnya area 1 – 8 kHz menghasilkan 60 % kejelasan suara.
Terlalu banyak boost di antara 1 – 4 kHz dapat menyebabkan pendengar lelah. Tetapi vokal dapat dibuat menonjol dengan boost di 3 kHz. Terlalu banyak boost di area 5 -16 kHz dapat menyebabkan sibilance (desis ‘ssss’) - Devin DeVore 

Feedback Eliminator / Destroyer

Bila anda tidak memiliki sound operator tetap, sebaiknya anda mempertimbangkan untuk menggunakan Feedback Eliminator / Destroyer.
Alat ini adalah sebuah prosesor elektronik yang mencari dan menghancurkan feedback. Bila sebuah feedback muncul, maka secara otomatis alat ini akan mencari frekuensi feedback tersebut dan menakik nya (notches it out). Waktu feedback muncul lagi di frekuensi yang lain, maka alat tersebut akan mengirim filter kedua sebagai penyelamatnya - Lorne Atkins

Cut atau Boost EQ ?

Alasan mengapa EQ lebih baik di 'cut' (kurangi/potong) dibandingkan dengan di 'boost' (dinaikkan) adalah karena dengan boosting, maka kita juga mem -boost noise di sinyal tersebut. Coba saja. Boost tiap frekuensi dan dengarkan hasilnya. Bila anda pikir sound nya bertambah enak, silahkan saja. Siapa tahu ? - Ian Waugh

Mixing

Hal pertama yang diperhatikan orang adalah penyanyi utama. Pastikan bahwa mereka terdengar baik dan cukup keras, baru kemudian kita mengolah gitar, keyboard, drum, dan sebagainya - Dave

Kabel speaker vs kabel instrumen

Kabel untuk speaker tidak baik digunakan sebagai kabel instrumen. Begitu pula sebaliknya. Karena kabel instrumen hanya mampu membawa sedikit tenaga (low power) dan ber-hambatan tinggi (high impedance / High Z). Sedangkan kabel speaker sebaliknya : high power dan hambatan rendah (low Z).
Bila anda menggunakan kabel instrumen sebagai kabel speaker, mungkin anda akan baik-baik saja di sinyal rendah. Pada sinyal tinggi, anda akan mengalami berbagai masalah dalam bentuk ampli mengalami panas berlebihan, speaker berbunyi distorsi (peak), atau kabel hangus.
Bila kita menggunakan kabel speaker untuk instrumen, maka bisa jadi anda akan mengalami noise karena induksi dari perlengkapan listrik di sekeliling (lighting, dan sebagainya). Mengapa demikian ? Karena kabel speaker hanya memiliki pelindung luar yang tipis, sedangkan isi kabel  dalamnya besar dan tebal. Induksi mudah masuk dan terbawa oleh kabel hingga berbunyi di speaker kita – www.fender.com

Total Harmonic Distortion (THD)

Total Harmonic Distortion adalah sebuah indikator di amplifier atau pre-amp tentang seberapa jauh penurunan kualitas suara terjadi. THD diukur dengan cara membandingkan output dengan input. 
Suara terdiri dari berbagai frekuensi. Kualitas suara input (frekuensi) dapat mengalami penurunan setelah diproses oleh alat tersebut. Besar penurunan kualitas ini dinyatakan dengan angka THD. Misalnya THD 0.004 %, artinya kualitas suara menurun 0,004% dibandingkan aslinya. 
Semakin kecil nilai THD, semakin bagus kualitas alat tersebut - www.stereos.about.com

Tipe-tipe Reverb

Ada beberapa tipe program reverb. Mari kita lihat lebih detail :
Tipe ROOM : reverb tipe ini adalah simulasi suara yang berbentuk ruangan. Simulasi suara ini mencerminkan ruangan yang lebih kecil dibandingkan tipe HALL.
Tipe HALL : tipe ini menghasilkan sound yang lebar, hangat, dan besar. Mencerminkan ruangan aula yang besar.
Tipe PLATE : tipe ini sangat sesuai untuk vokal. Pada jaman dahulu pembuatan reverb Plate dilakukan dengan cara mengirim sound ke sebuah plat metal yang akan memantulkannya kembali bolak balik. Suara vibrasi pantulan ini kemudian direkam kembali menjadi audio signal. Reverb ini bersifat cerah (bright) dan jernih (clean) sehingga cocok untuk vokal.
Tipe CHAMBER : dahulu kala, semua studio memiliki ruang pantul (echo chamber). Suara dikirimkan ke ruang pantul ini, kemudian direkam kembali. Suara pantulan inilah yang dinamakan reverb Chamber – www.emusictips.com

Pembicara Penting

Banyak pembicara terbiasa mendengar suara mereka lewat speaker dan menyesuaikan volume dan kualitas suara mereka sesuai apa yang mereka dengar. Mereka butuh speaker monitor yang baik agar percaya diri dengan suara mereka. 
Suara monitor yang terlalu kecil akan menyebabkan pembicara mendekatkan diri ke mic atau berteriak. Bila monitor terlalu keras akan menyebabkan mereka menjauh dari mic dan berbicara lembut. Perhatikan bagaimana mereka memegang mic – bila terlalu jauh, kecilkan monitor. Bila terlalu dekat, keraskan monitor Dr. Dale A. Robbins

Rasio Signal to Noise (S/N)

Rasio Signal to Noise (S/N) adalah jarak antara level sinyal dengan level dimana mulai terdengar noise. Besarnya S/N biasanya dinyatakan dalam dB (desibel).
Untuk mengetahuinya secara praktis (selain membaca manual alat) dapat kita gunakan cara berikut : Tanpa ada bunyi sinyal apapun, kita naikkan volume sampai kita mendengar adanya bunyi noise. Itulah nilai S/N dari alat yang kita operasikan.
Nilai S/N 30dB artinya ada 30dB sinyal dengan 0dB noise, dan juga berarti ada 31dB sinyal dengan 1dB noise, serta ada 50dB sinyal dengan 20dB noise, dst. 
Semakin besar nilai S/N berarti semakin bebas alat tersebut dari noise. Alat dengan S/N 70dB lebih baik dari alat dengan nilai S/N 40dB. Alat pertama dapat menghasilkan bunyi yang bebas noise hingga 70dB, sedangkan alat kedua hanya mampu menghasilkan bunyi bebas noise 40dB saja.
Dengan mengetahui batas S/N, maka kita akan tahu sampai batas mana audio yang kita hasilkan bersih dari noise – Benjamin Soegiaman & JS

Setting compressor


Compressor adalah sebuah alat yang sangat berguna. Di live music, kompresor diguanakan untuk membatasi peak sinyal. Kompresor dapat meningkatkan dan membumbui suara, tetapi bila di set terlalu tinggi akan merusak suara. Ingat hal ini : Hanya gunakan kompresor bila dibutuhkan, jangan meng-kompres hanya karena kita memiliki kompresor yang bagus !
Berikut adalah beberapa tips tuntunan dalam menggunakan kompresor. Tidak setiap kasus cocok dengan tips ini, tetapi tips ini patut dicoba sebagai bahan dasar untuk melakukan perbaikan lebih jauh.
Kick Drum - ratio 8:1, attack di bawah 2ms, reduksi maksimum 10dB.
Snare Drum – ratio 3:1, auto attack release, threshold -10dB. Bila menginginkan suara yang dalam, gunakan ratio antara 4:1 - 6:1, attack 5-10ms, release sekitar 150ms, reduksi maksimum 10dB.
Elektrik Gitar – ada 3 ide yang patut dicoba : Ratio antara 3:1 – 5:1 dengan auto attack release dan reduksi 8-10dB. Ratio antara 4:1 - 10:1 dengan attack 10-50ms dan release 0,4 detik. Untuk menghasilkan sound yang kuat, coba ratio lebih tinggi dan release lebih cepat
Bass - ratio antara 4:1 - 8:1, attack 50ms, release time 0,4 seconds, reduksi 6-10dB. 
Vokal – ratio antara 4:1 - 8:1, attack yang cepat, release 0,5 detik, reduksi 4-6dB.
Jangan terlalu gila-gilaan meng-kompres vokal ! - OldBarn Audio

Setting musik Hip-Hop

Seting compressor seperti apa yang dapat menghasilkan punch drum maksimum seperti yang dibutuhkan musik Hip-Hop dan House ? 
Dalam banyak kasus Hip-Hop, ratio yang umum digunakan adalah 4:1 hingga 7:1. Ratio di atas 8:1 efektif untuk membatasi (limiting) bukan untuk kompresi. Para jagoan biasanya menggunakan reduksi antara 10 – 15 dB pada kick, snare, bass dan gitar. 
Untuk membentuk sound kick drum yang ideal, kami umumnya menggunakan ratio 5:1 dengan threshold -12,4 dB. Sekali anda telah menemukan ratio dan threshold yang cocok, anda telah siap untuk memanaskan panggung dengan men-seting attack dan release yang sesuai